SISTEM INFORMASI AKUNTANSI II
Implementasi
Sistem, Operasi, dan Pengendalian
Disusun Oleh
Kelompok 10:
Rosita
222015004
Erlinda
222015023
Eka
Nursafitri
222015012
Dosen Pembimbing:
Fadhil
Yamaly,SE.,Ak.,M.Si.
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PALEMBANG
FAKULTAS EKONOMI
DAN BISNIS
PROGRAM STUDI
AKUNTANSI
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan
rahmat dan hidayah-Nya, makalah dengan judul “Implementasi Sistem, Operasi, dan
Pengendalian” dapat kami selesaikan dengan baik, dengan tujuan memenuhi tugas
Mata Kuliah Sistem Informasi Akuntansi II.
Ucapan terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini. Kami sebagai pemakalah mengharapkan kritik dan saran dari
para pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan di masa yang akan
datang.
Semoga makalah ini dapat memberikan suatu manfaat bagi kami selaku penyusun
makalah pada khusunya dan bagi pembaca pada umumnya, serta bisa menjadi
tambahan referensi di bidang sistem informasi akuntansi.
Palembang, Maret 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR................................................................................
i
DAFTAR
ISI...............................................................................................
ii
BAB I
PENDAHULUAN..........................................................................
1
1. Latar
Belakang.................................................................................
1
2. Rumusan
Masalah............................................................................
1
3. Tujuan
Makalah................................................................................
1
BAB II
PEMBAHASAN............................................................................
2
A.
Implementasi Sistem......................................................................
2
1. Membuat Rencana dan Pengendalian untuk Implementasi.......
2
2. Melakukan Aktivitas Implementasi...........................................
3
B.
Merencanakan dan Mengorganisasi Proyek Sistem.......................
7
1. Seleksi
Proyek............................................................................
7
2. Tim Proyek.................................................................................
7
3. Menguraikan
Proyek menjadi Tugas dan Tahapan....................
8
4. Estimasi
Waktu..........................................................................
8
5. Akuntansi
Proyek.......................................................................
10
C.
Pengendalian Terhadap Sumber Daya Sistem Informasi
Nonfinancial....................................................................................
11
Auditing Sistem
Informasi.......................................................
12
Memelihara dan
Memodifikasi Sistem.....................................
12
BAB III PENUTUP....................................................................................
13
Kesimpulan...............................................................................
13
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Jika proses sistem desain telah dijalankan dengan cermat dan penuh
perhitungan, tahap implementasi sistem akan berjalan mulus tanpa hambatan
yang berarti. Oleh karena itu, penundaan dan permasalahan yang terkait
dengan implementasi adalah sesuatu yang rutin terjadi.
Sebagai contoh, sebuah rencana desain mungkin membutuhkan instalasi sebuah
sistem komputer baru. Jika pengiriman sistem baru tersebut
terlambat melebihi waktu pengiriman yang telah ditentukan
dalam rencana umum, maka seluruh implementasi proyek dapat tertunda.
Tiga langkah utama
implementasi sistem, yaitu :
1. Menetapkan rencana
dan pengendalian.
2. Pelaksanaan
aktivitas seperti yang telah direncanakan.
3. Menindaklanjuti
dan mengevaluasi sistem yang baru.
2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara membuat rencana dan pengendalian untuk implementasi
?
2. Bagaimana cara melakukan aktivitas implementasi ?
3. Bagaimana merencanakan organisasi proyek sistem ?
4. Bagaimana pengendalian terhadap sumber daya
sistem informasi nonfinancial ?
3. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui
cara membuat rencana dan pengendalian untuk implementasi.
2. Untuk mengetahui cara melakukan aktivitas
implementasi.
3. Untuk mengetahui perencanaan organisasi proyek
sistem.
4. Untuk mengetahui pengendalian terhadap sumber
daya sistem informasi nonfinancial .
BAB II
PEMBAHASAN
IMPLEMENTASI
SISTEM, OPERASI, DAN PENGENDALIAN
A. Implementasi Sistem
1. Membuat Rencana
dan Pengendalian untuk Implementasi
Manajemen proyek adalah konsep penting dalam implementasi
sistem. Dalam upaya mengelola implementasi proyek yang baik, dibutuhkan
rencana-rencana khusus yang tersusun dengan baik untuk dikembangkan.
Rencana-rencana tersebut harus menggabungkan tiga komponen utama, yaitu :
1. Menguraikan proyek
kedalam berbagai tahapan.
2. Anggaran khusus
yang dapat diaplikasikan disetiap tahap.
3. Waktu
pelaksanaan tertentu yang dapat pula diaplikasikan disetiap tahap
proyek.
Gantt chart yaitu
menggambarkan secara grafis aktivitas-aktivitas utama pada sebuah proyek
implementasi sistem yang bersifat hipotetis. Diagram ini menunjukkan baik
waktu aktual maupun yang direncanakan untuk suatu aktivitas tertentu.
Diagram ini masih sangat terbatas karena ia tidak mampu menunjukkan hubungan
antar berbagai aktivitas proyek. Diagram itu juga tidak mampu menunjukkan
urutan aktivitas yang harus dilakukan.
Diagram jaringan yaitu
menggambarkan urutan aktivitas-aktivitas yang harus dilakukan. Pendekatan
diagram jaringan kerja dapat dikembangkan dengan memasukkan waktu yang
diharapkan untuk setiap aktivitas. Berdasar perkiraan tersebut, dengan
menggunakan program evaluation dan review technique (PERT) dan critical
path methode (CPM), akan dapat diketahui estimasi jalur kritis sebuah
proyek.
Jalur kritis adalah
rangkaian aktivitas yang penting atau kritis dalam sebuah proyek, dan bila
salah satu dari aktivitas-aktivitas tersebut tertunda, seluruh proyek akan
tertunda.
2. Melakukan
Aktivitas Implementasi
Aktivitas-aktivitas yang ditemui selama pelaksanaan ini antara lain
menyeleksi dan melatih personel, memasang perlengkapan baru
komputer dan detail desain sistem, menulis dan menguji program-program
komputer, pengembangkan standar, dokumentasi, dan konversi file.
· Pelatihan Karyawan
Dalam banyak kasus, implementasi sistem mengharuskan rekruitmen dan
pelatihan bagi karyawan baru. Sementara para karyawan yang sudah adapun
harus diajari bagaimana bekerja dengan format laporan dan
prosedur yang baru. Namun demikian, jangan terlalu berlebihan
melihat arti penting pelatihan yang memadai. Perusahaan pada umumnya akan
menjumpai sejumlah pilihan yang terkait dengan penggunaan dan pelatihan
karyawan. Dalam banyak kasus ditemukan lebih baik untuk melatih kembali kayawan
yang ada saat ini. Ada beberapa alasan yang mendukung hal tersebut, yaitu
:
1. Biaya perekrutan
yang terkait dengan memekerjakan karyawan baru sedapat mungkin dihindari.
2. Para karyawan yang
ada saat ini sudah terbiasa dan mengenali sistem operasi perusahaan.
3. Moral para
karyawan sering kali meningkat, khususnya dalam kasus terdapatnya promosi
posisi-posisi baru bagi karyawan yang ada saat ini.
Sejumlah
pendekatan untuk pelatihan tersedia bagi perusahaan, seperti :
1. Memekerjakan
konsultan pelatihan dari luar.
2. Menggunakan manual
pelatihan.
3. Menggunakan kaset
video presentasi.
4. Menggunakan kaset
rekaman presentasi.
5. Menggunakan
seminar-seminar pelatihan.
6. Menggunakan
instruksi tercetak.
7. Menggunakan
komputer-bantu pelatihan.
· Rincian Desain
Sistem
Selama tahap implementsi, sering kali perlu untuk melakukan beberapa kerja
desain tambahan. Bukanlah suatu hal yang aneh bila dalam tahap
implementasi muncul beberapa bagian rencana desain yang tidak bekerja
sebagaiman mestinya, oleh karena itu, kerap kali perlu untuk melakukan
penyesuaian akhir pada rencana desain sistem.
Jika perusahaan akan mengubah sistem lamanya ke sistem komputer baru, maka
program-program yang sudah ada saat ini perlu diubah sehingga mereka dapat
mengoperasikan sistem baru. Program-program komputer haruslah diuji
dengan seksama sebelum dioperasikan. Cara paling baik menguji
program-program komputer adalah dengan mengujinya dalam pemrosesan data.
Akhirnya, seluruh program komputer harus didokumentasikan dengan memadai,
baik secara internal maupun eksternal. Dokumentasi
internal meliputi beragam jenis komentar (yang terkait dengan program)
yang menjelaskan berbagai sekmen kode program. Dokumentasi eksternal
harus tertulis, baik dari sudut pandang programer maupun pengguna.
Dokumentasi ini harus dapat digunakan oleh programer yang berbeda ditahun-tahun
yang akan datang bilamana bermaksud memodifikasi program tersebut.
Program-progam yang tidak memiliki dokumentasi yang memadai akan menjadi tidak
berharga ketika programer yang menuliskannya pergi meninggalkan perusahaan.
Selain menguji program secara individu, penting juga untuk menguji
progaram-program terkait yang ada dalam satu kelompok. Sebagai
contoh sebuah sistem mungkin memiliki empat program yang mengakses file data
yang sama. Keempat program tersebut harus diuji bersama-sama.
Jenis pengujian ini akan mampu mengungkapkan kesalahan integrasi yang
ada. Ketika suatu program membuat kesalahan asumsi yang berkaitan dengan
tugas yang dilakukan oleh program yang lainnya.
· Dokumentasi Sistem
Baru
Dokumentasi yang baik dapat memberikan manfaat seperti :
1. Melatih karyawan
baru.
2. Menyediakan bagi
para programer dan analisis beragam informasi yang bermanfaat untuk evaluasi
program dan modifikasi aktivitas dimasa yang akan datang.
3. Menyediakan bagi
para auditor beragam informasi untuk melakukan evaluasi pengendalian internal.
4. Membantu
memastikan bahwa spesifikasi desain sistem telah terpenuhi.
· Konversi File
Masalah yang sering ditemui dalam implementsi sistem adalah konversi
data. File-file yang disimpan secara manual harus dikonversi dalam format
komputer. Proses konversi dapat menjadi proses yang mahal dan makan
waktu, terutama dalam kasus mengonversi file manual kedalam file
komputer. Perlu untuk menyaring data setelah memasukkan informasi kedalam
komputer karena sering terjadi kesalahan dalam proses input data
· Operasi Pengujian
Sebelum sebuah sistem betul-betul diimplementasikan, sistem tersebut harus
telah diuji secara cermat secara keseluruhan. Tiga pendekatan dasar untuk
menguji sistem tersebut, yaitu :
1. Pendekatan
langsung adalah proses berpindah kesistem yang baru dan meninggalkan sistem
yang lama pada suatu waktu tertentu. Pendekatan ini memiliki kelemahan
yaitu kemungkinan terjadinya masalah dalam sistem akibat adanya perbedaan dalam
operasi aktual perusahaan.
2. Operasi paralel
adalah proses mengoperasikan sistem yang baru dan yang lama secara
simultan. Seluruh transaksi diproses dikedua sistem, kemudian hasil yang
diperoleh dari masing-masing sistem dibandingkan. Perbedaan hasil dari
kedua sistem mengindikasikan adanya masalah dalam sistem yang baru.
3. Konversi modular
adalah proses pengujian bertahap disetiap sekmen dalam sistem baru.
· Mengevaluasi
Sistem Baru
Sekali sebuah sistem baru diimplementasikan, bukan berarti segala
sesuatunya telah selesai, melainkan masih banyak pekerjaan yang harus
dikerjakan. Proses tindak lanjut diperlukan untuk memastikan bahwa sistem
baru beroperasi sesuai yang direncanakan. Banyak pendekatan dalam proses
tindak lanjut dan evaluasi, seperti observasi, kuisioner, pengukuran kinerja,
dan uji banding. Singkatnya, dalam setiap impelmentasi sistem akan
memunculkan beragam permasalahan dan oleh karena itu perlu tindak lanjut yang
memadai.
B. Merencanakan dan Mengorganisasi Proyek Sistem
Manajemen proyek berhubungan dengan analisis detail, desain pemrograman,
pengujian, implementasi, operasi dan perawatan proyek.
1. Seleksi Proyek
Jika sumber daya sebuah organisasi terbatas, maka sumber daya pengembangan
proyek harus dialokasikan pada proyek-proyek yang mampu memberikan manfaat
terbesar bagi organisasi. Seleksi proyek biasanya merupakan tanggung
jawab dari komite pengarah atau unit organisasi lainnya yang bertujuan
memastikan adanya partisipasi aktif pengguna dalam proses seleksi.
Perkiraan return on investment (ROI) atau pengembalian atas
investasi yang dilakukan sering merupakan kriteria pemilihan yang
penting. Sekali sebuah proyek disetujui untuk dikembangkan, sebuah tim
proyek harus dibentuk untuk mulai bekerja.
2. Tim Proyek
Salah satu tugas penting dalam proyek manajemen adalah menyusun dan
membentuk sebuah tim proyek yang sesuai.
· Tanggung Jawab
Pimpinan Proyek
Pimpinan proyek memiliki tanggung jawab langsung pada komite pengarah dalam
hal kemajuan proyek dan penyelesaiannya. Anggota-anggota tim proyek
terdiri dari pimpinan proyek, analisis, dan programer dari departemen sistem
informasi serta satu atau lebih partisipan yang berasal dari unit-unit dalam
organisasi yang menjadi target proyek.
Pimpinan proyek harus tetap menjaga kontak dengan manajer departemen
pengguna utama yang memiliki tanggung jawab untuk proyek tersebut.
Pimpinan proyek juga harus tetap berkomunikasi dengan teknisi-teknisi dengan
keahlian khusus. Tanggung jawab utama pimpinan proyek adalah
merencanakan, menyusun jadwal, dan mengawasi proyek. Perencanaan meliputi
penguraian proyek dan pengalokasian sumberdaya. Pengaturan jadwal adalah
pengaturan kegiatan-kegiatan proyek sesuai rencana yang telah disusun,
pengaturan aktivitas secara krologis, serta rincian tanggung jawab bagi setiap
anggota proyek. Pengaturan jadwal proyek biasanya dikejakan dengan
menggunakan bantuan Gantt Chart atau network chart seperti PERT chart.
Pengawasan proyek meliputi pelaporan waktu dan kemajuan proyek dan juga
pelaporan status proyek secara berkala pada tingkatan manajemen yang lebih
tinggi. Sistem akuntansi proyek adalah salah satu alat yang digunakan
oleh pimpinan proyek untuk mengetahui tanggung jawabnya atas pengawasan proyek
yang dipimpinnya.
· Ketidakpastian
Proyek
Permasalahan utama yang dihadapi oleh setiap tim proyek adalah
ketidakpastian yang berkaitan dengan ketidakpastian proyek. Para pengguna
sering kali tidak menyadari bahwa permasalahan yang muncul akan memicu sebuah
proyek baru lagi, dan pada kenyataannya para pengguna sering tidak mengetahui
data apa saja yang mereka gunakan berkaitan dengan tanggung jawab pengambilan
keputusan. Tugas tim proyek adalah mengurangi seluruh ketidakpastian,
mengkoordinasi berbagai aktivitas yang dikerjakan oleh setiap bagian setiap
proyek, dan menyelesaikan proyek dalam waktu yang telah ditentukan dan pada
biaya yang dapat diterima.
3. Menguraikan Proyek
Menjadi Tugas dan Tahapan
Untuk merencanakan dan mengendalikan sebuah proyek dengan efektif,
dibutuhkan uraian (break-down) tugas-tugas yang ada ke dalam sebuah
daftar rincian tugas dan tahapan agar mudah untuk dikendalikan dan dipahami
oleh siapa saja. Filosofi yang dapat digunakan sebagai pedoman adalah
mendesain dengan pendekatan atas-bawah yang diikuti dengan penyesuaian-penyesuaian
yang diperlukan. Prinsip dasar operasionalnya adalah setiap tugas atau
tahapan tertentu harus menyediakan sebuah deliverable hingga
proyek tersebut diselesaikan. Tujuan penguraian proyek adalah untuk
memfasilitasi penugasan dan pengawasan tenaga kerja dan sumber daya proyek
lainnya.
4. Estimasi Waktu
Mengestimasi dengan akurat waktu penyelesaian sebuah sistem merupakan
suatu hal yang sulit karena adanya ketidakpastian dalam pengembangan
sistem. Estimasi yang buruk akan membatasi efektivitas teknik-teknik
manajemen proyek yang digunakan. Akurasi estimasi penyelesaian proyek
tergantung pada pengalaman manajemen proyek terdahulu namun demikian, estimasi
tidak selalu tepat. Sikap yang tepat dalam mengestimasi waktu adalah menerima
apapun hasil estimasinya dan mempersiapkan diri untuk sering merevisi sementara
proyek tersebut berjalan.
· Teknik-Teknik
Pengukuran Kerja
Pendekatan paling mudah untuk mengestimasi adalah menebak, yang berarti itu
tidak ada perhitungan resmi yang digunakan. “Tebakan estimasi” didasarkan
pada pengalaman terdahulu dalam proyek atau tugas sejenis. Pengukuran
kerja meliputi empat langkah dasa,r yaitu :
1. Identifikasi tugas
yang akan diestimasi.
2. Untuk tiap tugas,
diestimasi total ukuran atau volume estimasi kedalam waktu estimasi dengan
tepat dan sesuai kebutuhan.
3. Mengonversi ukuran
atau volume estimasi kedalam waktu estimasi dengan mengalikannya (ukuran atau
volume estimasi tadi) dengan standar atau tingkat estimasi pemrosesan.
4. Menyesuaikan
tingkat estimasi pemrosesan dengan memasukkan pertimbangan-pertimbangan
tertentu seperti waktu menganggur (idle time), kompleksitas tugas, atau
tingkat kecanggihan tugas.
· Akurasi Estimasi
Beberapa poin yang terkait dengan proses estimasi, yang pertama adalah
“estimasi adalah tetap estimasi”. Poin yang kedua adalah akurasi estimasi akan
meningkat seiring proyek tersebut memberikan hasil dari aktivitas yang
dilakukan. Estimasi yang dibuat pada tahap awal sebuah proyek biasanya dapat
diperkirakan sedikit tidak akurat, walaupun estimasi tersebut telah
dipersiapkan dengan baik. Kemudian direvisi seiring hasil yang didapat dari
proyek tersebut melalui aktivitas yang dilakukannya, yaitu menyisakan yang ada
selanjutnya untuk dikerjakan berdasar semua yang telah diselesaikan dan yang
berarti akan lebih terprediksi dan dapat lebih dikendalikan. Alasan yang sering
digunakan untuk mendukung tindakan estimasi rendah ( under estimation )
mengesampingkan faktor pengukuran kinerja kerja, adalah hasrat alami untuk
dianggap mampu, mengerjakan tugas dengan lebih efisien oleh atasan atau orang
lain. Output sehari seseorang mungkin merupakan output per minggu orang lain.
Hal inilah yang menjadi alasan pengukuran dasar kerja harus disesuaikan dengan faktor
yang mendukung kemampuan relatif tiap-tiap orang atau kelompok yang berbeda.
Strategi terbaik adalah senantiasa merevisi estimasi secara berkala berdasarkan
kondisi aktual yang terjadi.
5. Akuntansi Proyek
Pengendalian atau pengawasan proyek ditetapkan dengan menentukan serangkaian
tujuan yang dapat diukur untuk setiap tahap dan tugas dalam keseluruhan proyek,
membandingkan laporan kinerja aktual dengan tujuan tersebut, dan mengevaluasi
setiap penyimpangan signifikan yang terjadi terhadap rencana proyek yang telah
disusun.
· Operasi Sistem
Sistem akuntansi sebuah proyek merupakan sebuah sistem akuntansi biaya yang
didalamnya biaya-biaya ditetapkan pada proyek-proyek individual seiring proses
pengembangan proyek. Hal ini berarti diperlukan sistem akuntansi proyek yang
mampu menelusuri dan memantau biaya-biaya yang terjadi selama masa proyek dan
memberikan laporan ringkas biaya pada saat proyek selesai. Data historis biaya
dari proyek-proyek terdahulu merupakan sumber informasi penting yang dapat
digunakan untuk mengestimasi komponen waktu dan biaya proyek baru.
· Tingkat Rincian
Jika terlalu banyak detail yang dibutuhkan oleh sistem akuntansi proyek, maka
biaya overhead untuk menjalankan sistem ini akan terlalu tinggi, dan biasanya
orang-orang yang terlibat dalam proyek akan bersikap antagonis dengan data yang
dibutuhkan. Sebaliknya, jika terlalu sedikit detail yang tersedia, hasilnya pun
akan bersifat ambigu.
C. Pengendalian
Terhadap Sumber Daya Sistem Informasi Nonfinansial
Sejumlah faktor yang terkait dengan sistem informasi merupakan hal penting
bagi managemen dari sisi pengawasan, namun tidak dapat diukur dengan satuan
moneter. Hal ini termasuk ukuran kinerja untuk perangkat keras, perangkat
lunak, dan personel. Pengukuran kinerja perangkat keras meliputi utilisasi
sistem, sytem downtime, dan responsivitas sistem. Statistik
utilisasi merupakan hal yang sangat penting karena ia mengindikasikan adanya
sumbatan atau kebutuhan untuk melakukan ekspansi sistem. Dan laporan statistik
utilisasi pada berbagai waktu ( dalam satu hari ) dapat
membantu pihak managemen untuk mengatur jadwal.
Downtime adalah persentase waktu
yang dapat digunakan oleh mesin. Sederhananya downtime adalah laporan total
jumlah jam kerja mesin tidak bekerja dalam suatu bulan. Dan rata-rata waktu
antara kegagalan dan rata-rata waktu untuk memperbaiki sistem juga termasuk di
dalam laporan tersebut. Sebuah sistem yang terlalu banyak mengalami downtime
dapat menyebabkan banyak masalah serius termasuk kerugian bisnis. Faktor
penting non kuantitatif lainnya adalah kinerja perangkat lunak. Pendekatan
paling baik adalah melakukan survei sistem terhadap pengguna dengan mengajukan
sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan kemudahan penggunaan, fungsionalitas
dan pemudahan pengguna untuk mengakses sistem. Kinerja perangkat lunak harus
senantiasa dimonitor karena lingkungan senantiasa berubah, yang dapat mengubah
kepuasan pengguna. Terakhir, melakukan pengendalian yang terikat dengan para
personel. Jenis laporan yang dibutuhkan untuk mengevaluasi kinerja personel
seperti:
1. Laporan kinerja
sepesialis entri data. Laporan ini meliputi beberapa laporan statistik seperti
jumlah data yang dimasukkan per jamnya atau jumlah record data yang dimasukkan
per jamnya.
2. Laporan yang
mengevaluasi efisiensi para operator sistem. Laporan ini meliputi beberapa
laporan statistik yang terkait dengan beberapa faktor seperti lama waktu yang
diperlukan untuk memproses sebuah pita data atau efektivitas mengoperasikan
pekerjaan yang telah dijadwalkan dengan tepat waktu.
3. Laporan-laporan
yang terkait dengan mengefisiensi personel yang memperbaiki perangkat keras.
Laporan tersebut meliputi beberapa laporan statistik tentang jumlah
pekerjaan perbaikan dan rata-rata lama waktu yang dibutuhkan, yang terurai
dalam beberapa kategori perbaikan.
1. Auditing Sistem
Informasi
Fokus petugas audit haruslah pada sistem informasi itu sendiri dan
validitas serta akurasi data yang diproses dalam sistem. Minat akuntan
dalam proses audit sistem cenderung berfokus pada pengendalian internal.
Pendekatan umum nya adalah pertama-tama berusahalah mendapatkan deskripsi rinci
sistem pengendalian internal, biasanya dengan menggunakan kuesioner
pengendalian internal. Kemudian auditor akan melakukan pengujian
kelayakan.
2. Memelihara dan
Memodifikasi Sistem
Salah satu alasan melakukan perubahan adalah tidak mungkin untuk dapat
memperkirakan semua kontingensi selama tahap desain. Kondisi lingkungan
dan informasi pun membutuhkan perubahan. Akhirnya, hampir semua program
komputer mengandung beberapa bugs. Bugs adalah kesalahan program komputer
yang mungkin tidak terdeteksi sampai dengan sistem tersebut betul-betul mulai
beroperasi. Perangkat lunak ini, setelah dimodifikasi, harus dikaji ulang
secara cermat dan kemudian dipasang oleh seseorang yang
independen. Seluruh modifikasi sistem tersebut harus secara cermat pula didokumentasikan.
Dokumentasi ini harus meliputi alasan dilakukannya perubahan, perubahan yang
dilakukan, dan orang yang menyetujui perubahan. Hal ini berarti
dokumentasi manual pengguna dan pemrograman sistem harus pula diperbarui.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Hal penting untuk sukses implementasi sistem adalah kebutuhan untuk
menetapkan sebuah rencana implementasi sistem. Rencana ini harus meliputi
jadwal waktu yang terperinci dan anggaran yang menunjukkan keseluruhan
aktivitas kunci dalam rencana implementasi. Rencana implementasi harus
dimonitor secara berkelanjutan, dan setiap perbedaan yang muncul dan berkaitan
dengan jadwal waktu atau anggaran harus segera dilaporkan.
Banyak aktivitas implementasi yang diperlukan, meliputi pelatihan personel,
persiapan fisik, desain rinci sistem, pengujian program, standar pemrograman,
dokumentansi, konversi file. Selanjutnya, sistem yang diimplementasikan
harus dievaluasi demi tujuan pengendalian berkelanjutan.
Konsep-konsep
kunci dalam manajemen proyek sistem meliputi penetapan sebuah tim proyek,
membagi tanggung jawab dan tugas, membagi proyek kedalam tahap-tahapan,
menentukan jadwal waktu, dan melakukan proses akuntansi terhadap biaya proyek
dan kesesuaian dengan waktu jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Kemudian
secara bersama-sama langkah-langkah tersebut berjalan untuk memastikan bahwa
keseluruhan upaya pengembangan menghasilkan sistem yang efektif biaya dan
memenuhi kebutuhan organisasi.
Sejumlah faktor terkait dengan informasi merupakan faktor-faktor penting
bagi manajemen dilihat dari sisi pengendalian, namun faktor-faktor tersebut
tidak diukur dalam satuan moneter. Faktor-faktor tersebut meliputi
pengukuran kinerja perangkat keras, perangkat lunak, dan personel. Untuk
hal itulah prosedur-prosedur formal harus dikembangkan untuk memelihara dan
memodifikasi sistem yang telah ada saat ini.
DAFTAR PUSTAKA
Bodnar.H George, dkk.2004.Sistem Informasi Akuntansi II.New Jersey: Pearson
Education.Inc.

