Jumat, 09 Juni 2017

SIA II







                SISTEM INFORMASI AKUNTANSI II
Implementasi Sistem, Operasi, dan Pengendalian




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfCJ37s2IMwl2hClEObbQxQPXiV2dLxDw8bBHaug3iGjboHMX6E4erQw60NpjxERkar0q1eV1k_i1_U54mcGx2vsfASC8EggFLVwdJ69Whk4j33etBxbXLnfsc11dtnzJ5kpu4MmyDvwQ/s320/Logo%252BSip_2.png



Disusun Oleh
Kelompok 10:

                                           Rosita                            222015004  
                                           Erlinda                          222015023
                                           Eka Nursafitri               222015012
                         
Dosen Pembimbing:
Fadhil Yamaly,SE.,Ak.,M.Si.

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, makalah dengan judul “Implementasi Sistem, Operasi, dan Pengendalian” dapat kami selesaikan dengan baik, dengan tujuan memenuhi tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Akuntansi II.
Ucapan terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Kami sebagai pemakalah  mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan di masa yang akan datang.
Semoga makalah ini dapat memberikan suatu manfaat bagi kami selaku penyusun makalah pada khusunya dan bagi pembaca pada umumnya, serta bisa menjadi tambahan referensi di bidang sistem informasi akuntansi.




                                                                                  Palembang,  Maret 2017


                                                           
                                                                                                                                                                                                      Penyusun

                                                                       





DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................            i
DAFTAR ISI...............................................................................................           ii
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................           1
1.      Latar Belakang.................................................................................           1
2.      Rumusan Masalah............................................................................           1
3.      Tujuan Makalah................................................................................           1
BAB II PEMBAHASAN............................................................................           2 
       A.   Implementasi Sistem......................................................................           2
              1. Membuat Rencana dan Pengendalian untuk Implementasi.......           2
              2. Melakukan Aktivitas Implementasi...........................................           3
       B.   Merencanakan dan Mengorganisasi Proyek Sistem.......................           7
              1. Seleksi Proyek............................................................................           7
              2. Tim Proyek.................................................................................           7
              3. Menguraikan Proyek menjadi Tugas dan Tahapan....................           8
              4. Estimasi Waktu..........................................................................           8
              5. Akuntansi Proyek.......................................................................         10
       C.   Pengendalian Terhadap Sumber Daya Sistem Informasi
             Nonfinancial....................................................................................         11
Auditing Sistem Informasi.......................................................         12
Memelihara dan Memodifikasi Sistem.....................................         12
BAB III PENUTUP....................................................................................         13
Kesimpulan...............................................................................         13



BAB I
PENDAHULUAN

1.     Latar Belakang
Jika proses sistem desain telah dijalankan dengan cermat dan penuh perhitungan, tahap implementasi sistem akan berjalan  mulus tanpa hambatan yang berarti.  Oleh karena itu, penundaan dan permasalahan yang terkait dengan implementasi adalah  sesuatu  yang  rutin terjadi.  Sebagai contoh, sebuah rencana desain mungkin membutuhkan instalasi sebuah sistem komputer baru.  Jika pengiriman sistem baru tersebut terlambat  melebihi waktu  pengiriman  yang telah ditentukan dalam  rencana umum, maka seluruh implementasi proyek dapat tertunda.
Tiga langkah utama implementasi sistem, yaitu :
1.      Menetapkan rencana dan pengendalian.
2.      Pelaksanaan aktivitas seperti yang telah direncanakan.
3.      Menindaklanjuti dan mengevaluasi sistem yang baru.

2.      Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara membuat rencana dan pengendalian untuk implementasi ?
2. Bagaimana cara melakukan aktivitas implementasi ?
3. Bagaimana merencanakan organisasi proyek sistem ?
4. Bagaimana pengendalian terhadap sumber daya sistem informasi nonfinancial ?

3.      Tujuan  Masalah
1. Untuk mengetahui cara membuat rencana dan pengendalian untuk implementasi.
2. Untuk mengetahui cara melakukan aktivitas implementasi.
3. Untuk mengetahui perencanaan organisasi proyek sistem.
4. Untuk mengetahui pengendalian terhadap sumber daya sistem informasi nonfinancial .

BAB II
PEMBAHASAN

IMPLEMENTASI SISTEM, OPERASI, DAN PENGENDALIAN

A.   Implementasi Sistem

1.      Membuat Rencana dan Pengendalian untuk Implementasi
Manajemen proyek adalah konsep penting dalam  implementasi sistem.  Dalam upaya mengelola implementasi proyek yang baik, dibutuhkan rencana-rencana  khusus yang tersusun dengan baik untuk dikembangkan. Rencana-rencana tersebut harus menggabungkan tiga komponen utama, yaitu :
1.      Menguraikan proyek kedalam berbagai tahapan.
2.      Anggaran khusus yang dapat diaplikasikan disetiap tahap.
3.      Waktu  pelaksanaan  tertentu yang dapat  pula diaplikasikan disetiap tahap proyek.
Gantt chart yaitu menggambarkan secara grafis aktivitas-aktivitas utama pada sebuah proyek implementasi sistem yang bersifat hipotetis.  Diagram ini menunjukkan baik waktu aktual maupun yang direncanakan untuk suatu aktivitas tertentu.  Diagram ini masih sangat terbatas karena ia tidak mampu menunjukkan hubungan antar berbagai aktivitas proyek.  Diagram itu juga tidak mampu menunjukkan urutan aktivitas yang harus dilakukan.

http://www.advsofteng.com/images/colorgantt.png
Diagram jaringan yaitu menggambarkan urutan aktivitas-aktivitas yang harus dilakukan. Pendekatan diagram jaringan kerja dapat dikembangkan dengan memasukkan waktu yang diharapkan untuk setiap aktivitas.  Berdasar perkiraan tersebut, dengan menggunakan program evaluation dan review technique (PERT) dan critical path methode (CPM), akan dapat diketahui estimasi jalur kritis sebuah proyek.
Gambar terkait 









Jalur kritis adalah rangkaian aktivitas yang penting atau kritis dalam sebuah proyek, dan bila salah satu dari aktivitas-aktivitas tersebut tertunda, seluruh proyek akan tertunda.

2.      Melakukan Aktivitas Implementasi

Aktivitas-aktivitas yang ditemui selama pelaksanaan ini antara lain menyeleksi dan  melatih personel,  memasang perlengkapan baru komputer dan detail desain sistem, menulis dan menguji program-program komputer, pengembangkan standar, dokumentasi, dan konversi file.

·         Pelatihan Karyawan
Dalam banyak kasus, implementasi sistem mengharuskan rekruitmen dan pelatihan bagi karyawan baru.  Sementara para karyawan yang sudah adapun harus diajari bagaimana bekerja dengan  format laporan dan  prosedur  yang  baru. Namun demikian, jangan terlalu berlebihan melihat arti penting pelatihan yang memadai. Perusahaan pada umumnya akan menjumpai sejumlah pilihan yang terkait dengan  penggunaan dan pelatihan karyawan. Dalam banyak kasus ditemukan lebih baik untuk melatih kembali kayawan  yang ada saat ini.  Ada beberapa alasan yang mendukung hal tersebut, yaitu :
1.      Biaya perekrutan yang terkait dengan memekerjakan karyawan baru sedapat mungkin dihindari.
2.      Para karyawan yang ada saat ini sudah terbiasa dan mengenali sistem operasi perusahaan.
3.      Moral para karyawan sering kali meningkat, khususnya dalam kasus terdapatnya promosi posisi-posisi baru bagi karyawan yang ada saat ini.
Sejumlah pendekatan untuk pelatihan tersedia bagi perusahaan, seperti :
1.      Memekerjakan konsultan pelatihan dari luar.
2.      Menggunakan manual pelatihan.
3.      Menggunakan kaset video presentasi.
4.      Menggunakan kaset rekaman presentasi.
5.      Menggunakan seminar-seminar pelatihan.
6.      Menggunakan instruksi tercetak.
7.      Menggunakan komputer-bantu pelatihan.

·         Rincian Desain Sistem

Selama tahap implementsi, sering kali perlu untuk melakukan beberapa kerja desain tambahan.  Bukanlah suatu  hal yang aneh bila dalam tahap implementasi muncul beberapa bagian rencana desain yang tidak bekerja sebagaiman mestinya, oleh karena itu,  kerap kali perlu untuk melakukan penyesuaian akhir pada rencana desain sistem. 
Jika perusahaan akan mengubah sistem lamanya ke sistem komputer baru, maka program-program yang sudah ada saat ini perlu diubah sehingga mereka dapat mengoperasikan sistem baru.  Program-program komputer haruslah diuji dengan seksama sebelum dioperasikan.  Cara paling baik menguji program-program komputer adalah dengan mengujinya dalam pemrosesan data.
Akhirnya, seluruh program komputer harus didokumentasikan dengan memadai, baik secara internal  maupun  eksternal.  Dokumentasi  internal  meliputi beragam jenis komentar (yang terkait dengan program) yang menjelaskan berbagai sekmen kode program.  Dokumentasi eksternal harus tertulis, baik dari sudut pandang programer maupun pengguna.  Dokumentasi ini harus dapat digunakan oleh programer yang berbeda ditahun-tahun yang akan datang bilamana bermaksud memodifikasi program tersebut.  Program-progam yang tidak memiliki dokumentasi yang memadai akan menjadi tidak berharga ketika programer yang menuliskannya pergi meninggalkan perusahaan.
Selain menguji program secara individu, penting juga untuk menguji progaram-program  terkait yang ada dalam satu kelompok.  Sebagai contoh sebuah sistem mungkin memiliki empat program yang mengakses file data yang sama.  Keempat program  tersebut harus diuji bersama-sama.  Jenis pengujian ini akan mampu mengungkapkan kesalahan integrasi yang ada.  Ketika suatu program membuat kesalahan asumsi yang berkaitan dengan tugas yang dilakukan oleh program yang lainnya.

·         Dokumentasi Sistem Baru
Dokumentasi yang baik dapat memberikan manfaat seperti :
1.      Melatih karyawan baru.
2.      Menyediakan bagi para programer dan analisis beragam informasi yang bermanfaat untuk evaluasi program dan modifikasi aktivitas dimasa yang akan datang.
3.      Menyediakan bagi para auditor beragam informasi untuk melakukan evaluasi pengendalian internal.
4.      Membantu memastikan bahwa spesifikasi desain sistem telah terpenuhi.

·         Konversi File
Masalah yang sering ditemui dalam implementsi sistem adalah konversi data.  File-file yang disimpan secara manual harus dikonversi dalam format komputer.  Proses konversi dapat menjadi proses yang mahal dan makan waktu, terutama dalam kasus mengonversi file manual kedalam file komputer.  Perlu untuk menyaring data setelah memasukkan informasi kedalam komputer karena sering terjadi kesalahan dalam proses input data
·         Operasi Pengujian
Sebelum sebuah sistem betul-betul diimplementasikan, sistem tersebut harus telah diuji secara cermat secara keseluruhan.  Tiga pendekatan dasar untuk menguji sistem tersebut, yaitu :
1.      Pendekatan langsung adalah proses berpindah kesistem yang baru dan meninggalkan sistem yang lama pada suatu waktu tertentu.  Pendekatan ini memiliki kelemahan yaitu kemungkinan terjadinya masalah dalam sistem akibat adanya perbedaan dalam operasi aktual perusahaan.
2.      Operasi paralel adalah proses mengoperasikan sistem yang baru dan yang lama secara simultan.  Seluruh transaksi diproses dikedua sistem, kemudian hasil yang diperoleh dari masing-masing sistem dibandingkan.  Perbedaan hasil dari kedua sistem mengindikasikan adanya masalah dalam sistem yang baru.
3.      Konversi modular adalah proses pengujian bertahap disetiap sekmen dalam sistem baru.

·         Mengevaluasi Sistem Baru
Sekali sebuah sistem baru diimplementasikan, bukan berarti segala sesuatunya telah selesai, melainkan masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan.  Proses tindak lanjut diperlukan untuk memastikan bahwa sistem baru beroperasi sesuai yang direncanakan.  Banyak pendekatan dalam proses tindak lanjut dan evaluasi, seperti observasi, kuisioner, pengukuran kinerja, dan uji banding.  Singkatnya, dalam setiap impelmentasi sistem akan memunculkan beragam permasalahan dan oleh karena itu perlu tindak lanjut yang memadai.







B.   Merencanakan dan Mengorganisasi Proyek Sistem

Manajemen proyek berhubungan dengan analisis detail, desain pemrograman, pengujian, implementasi, operasi dan perawatan proyek.
1.      Seleksi Proyek  
Jika sumber daya sebuah organisasi terbatas, maka sumber daya pengembangan proyek harus dialokasikan pada proyek-proyek yang mampu memberikan manfaat terbesar bagi organisasi.  Seleksi proyek biasanya merupakan tanggung jawab dari komite pengarah atau unit organisasi lainnya yang bertujuan memastikan adanya partisipasi aktif pengguna dalam proses seleksi.  Perkiraan return on investment (ROI) atau pengembalian atas investasi yang dilakukan sering merupakan kriteria pemilihan yang penting.  Sekali sebuah proyek disetujui untuk dikembangkan, sebuah tim proyek harus dibentuk untuk mulai bekerja.
2.      Tim Proyek
Salah satu tugas penting dalam proyek manajemen adalah menyusun dan membentuk sebuah tim proyek yang sesuai.
·         Tanggung Jawab Pimpinan Proyek
Pimpinan proyek memiliki tanggung jawab langsung pada komite pengarah dalam hal kemajuan proyek dan penyelesaiannya.  Anggota-anggota tim proyek terdiri dari pimpinan proyek, analisis, dan programer dari departemen sistem informasi serta satu atau lebih partisipan yang berasal dari unit-unit dalam organisasi yang menjadi target proyek. 
Pimpinan proyek harus tetap menjaga kontak dengan manajer departemen pengguna utama yang memiliki tanggung jawab untuk proyek tersebut.  Pimpinan proyek juga harus tetap berkomunikasi dengan teknisi-teknisi dengan keahlian khusus.  Tanggung jawab utama pimpinan proyek adalah merencanakan, menyusun jadwal, dan mengawasi proyek.  Perencanaan meliputi penguraian proyek dan pengalokasian sumberdaya.  Pengaturan jadwal adalah pengaturan kegiatan-kegiatan proyek sesuai rencana yang telah disusun, pengaturan aktivitas secara krologis, serta rincian tanggung jawab bagi setiap anggota proyek.  Pengaturan jadwal proyek biasanya dikejakan dengan menggunakan bantuan Gantt Chart atau network chart seperti PERT chart.  Pengawasan proyek meliputi pelaporan waktu dan kemajuan proyek dan juga pelaporan status proyek secara berkala pada tingkatan manajemen yang lebih tinggi.  Sistem akuntansi proyek adalah salah satu alat yang digunakan oleh pimpinan proyek untuk mengetahui tanggung jawabnya atas pengawasan proyek yang dipimpinnya.
·         Ketidakpastian Proyek
Permasalahan utama yang dihadapi oleh setiap tim proyek adalah ketidakpastian yang berkaitan dengan ketidakpastian proyek.  Para pengguna sering kali tidak menyadari bahwa permasalahan yang muncul akan memicu sebuah proyek baru lagi, dan pada kenyataannya para pengguna sering tidak mengetahui data apa saja yang mereka gunakan berkaitan dengan tanggung jawab pengambilan keputusan. Tugas tim proyek adalah mengurangi seluruh ketidakpastian, mengkoordinasi berbagai aktivitas yang dikerjakan oleh setiap bagian setiap proyek, dan menyelesaikan proyek dalam waktu yang telah ditentukan dan pada biaya yang dapat diterima.
3.      Menguraikan Proyek Menjadi Tugas dan Tahapan
Untuk merencanakan dan mengendalikan sebuah proyek dengan efektif, dibutuhkan uraian (break-down) tugas-tugas yang ada ke dalam sebuah daftar rincian tugas dan tahapan agar mudah untuk dikendalikan dan dipahami oleh siapa saja.  Filosofi yang dapat digunakan sebagai pedoman adalah mendesain dengan pendekatan atas-bawah yang diikuti dengan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan.  Prinsip dasar operasionalnya adalah setiap tugas atau tahapan tertentu harus menyediakan sebuah deliverable hingga proyek tersebut diselesaikan.  Tujuan penguraian proyek adalah untuk memfasilitasi penugasan dan pengawasan tenaga kerja dan sumber daya proyek lainnya.
4.      Estimasi Waktu
Mengestimasi dengan akurat waktu  penyelesaian sebuah sistem merupakan suatu hal yang sulit karena adanya ketidakpastian dalam pengembangan sistem.  Estimasi yang buruk akan membatasi efektivitas teknik-teknik manajemen proyek yang digunakan. Akurasi estimasi penyelesaian proyek tergantung pada pengalaman manajemen proyek terdahulu namun demikian, estimasi tidak selalu tepat.  Sikap yang tepat dalam mengestimasi waktu adalah menerima apapun hasil estimasinya dan mempersiapkan diri untuk sering merevisi sementara proyek tersebut berjalan.
·         Teknik-Teknik Pengukuran Kerja
Pendekatan paling mudah untuk mengestimasi adalah menebak, yang berarti itu tidak ada perhitungan resmi yang digunakan.  “Tebakan estimasi” didasarkan pada pengalaman terdahulu dalam proyek atau tugas sejenis.  Pengukuran kerja meliputi empat langkah dasa,r yaitu :
1.      Identifikasi tugas yang akan diestimasi.
2.      Untuk tiap tugas, diestimasi total ukuran atau volume estimasi kedalam waktu estimasi dengan tepat dan sesuai kebutuhan.
3.      Mengonversi ukuran atau volume estimasi kedalam waktu estimasi dengan mengalikannya (ukuran atau volume estimasi tadi) dengan standar atau tingkat estimasi pemrosesan.
4.      Menyesuaikan tingkat estimasi pemrosesan dengan memasukkan pertimbangan-pertimbangan tertentu seperti waktu menganggur (idle time), kompleksitas tugas, atau tingkat kecanggihan tugas.
·         Akurasi Estimasi
Beberapa poin yang terkait dengan proses estimasi, yang pertama adalah “estimasi adalah tetap estimasi”. Poin yang kedua adalah akurasi estimasi akan meningkat seiring proyek tersebut memberikan hasil dari aktivitas yang dilakukan. Estimasi yang dibuat pada tahap awal sebuah proyek biasanya dapat diperkirakan sedikit tidak akurat, walaupun estimasi tersebut telah dipersiapkan dengan baik. Kemudian direvisi seiring hasil yang didapat dari proyek tersebut melalui aktivitas yang dilakukannya, yaitu menyisakan yang ada selanjutnya untuk dikerjakan berdasar semua yang telah diselesaikan dan yang berarti akan lebih terprediksi dan dapat lebih dikendalikan. Alasan yang sering digunakan untuk mendukung tindakan estimasi rendah ( under estimation ) mengesampingkan faktor pengukuran kinerja kerja, adalah hasrat alami untuk dianggap mampu, mengerjakan tugas dengan lebih efisien oleh atasan atau orang lain. Output sehari seseorang mungkin merupakan output per minggu orang lain. Hal inilah yang menjadi alasan pengukuran dasar kerja harus disesuaikan dengan faktor yang mendukung kemampuan relatif tiap-tiap orang atau kelompok yang berbeda. Strategi terbaik adalah senantiasa merevisi estimasi secara berkala berdasarkan kondisi aktual yang terjadi.
5.      Akuntansi Proyek
            Pengendalian atau pengawasan proyek ditetapkan dengan menentukan serangkaian tujuan yang dapat diukur untuk setiap tahap dan tugas dalam keseluruhan proyek, membandingkan laporan kinerja aktual dengan tujuan tersebut, dan mengevaluasi setiap penyimpangan signifikan yang terjadi terhadap rencana proyek yang telah disusun.
·         Operasi Sistem
            Sistem akuntansi sebuah proyek merupakan sebuah sistem akuntansi biaya yang didalamnya biaya-biaya ditetapkan pada proyek-proyek individual seiring proses pengembangan proyek. Hal ini berarti diperlukan sistem akuntansi proyek yang mampu menelusuri dan memantau biaya-biaya yang terjadi selama masa proyek dan memberikan laporan ringkas biaya pada saat proyek selesai. Data historis biaya dari proyek-proyek terdahulu merupakan sumber informasi penting yang dapat digunakan untuk mengestimasi komponen waktu dan biaya proyek baru.
·         Tingkat Rincian
            Jika terlalu banyak detail yang dibutuhkan oleh sistem akuntansi proyek, maka biaya overhead untuk menjalankan sistem ini akan terlalu tinggi, dan biasanya orang-orang yang terlibat dalam proyek akan bersikap antagonis dengan data yang dibutuhkan. Sebaliknya, jika terlalu sedikit detail yang tersedia, hasilnya pun akan bersifat ambigu.








C.   Pengendalian Terhadap Sumber Daya Sistem Informasi Nonfinansial

Sejumlah faktor yang terkait dengan sistem informasi merupakan hal penting bagi managemen dari sisi pengawasan, namun tidak dapat diukur dengan satuan moneter. Hal ini termasuk ukuran kinerja untuk perangkat keras, perangkat lunak, dan personel. Pengukuran kinerja perangkat keras meliputi utilisasi sistem, sytem downtime, dan responsivitas sistem. Statistik utilisasi merupakan hal yang sangat penting karena ia mengindikasikan adanya sumbatan atau kebutuhan untuk melakukan ekspansi sistem. Dan laporan statistik utilisasi pada berbagai waktu     ( dalam satu hari ) dapat membantu pihak managemen untuk mengatur jadwal.
Downtime adalah persentase waktu yang dapat digunakan oleh mesin. Sederhananya downtime adalah laporan total jumlah jam kerja mesin tidak bekerja dalam suatu bulan. Dan rata-rata waktu antara kegagalan dan rata-rata waktu untuk memperbaiki sistem juga termasuk di dalam laporan tersebut. Sebuah sistem yang terlalu banyak mengalami downtime dapat menyebabkan banyak masalah serius termasuk kerugian bisnis. Faktor penting non kuantitatif lainnya adalah kinerja perangkat lunak. Pendekatan paling baik adalah melakukan survei sistem terhadap pengguna dengan mengajukan sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan kemudahan penggunaan, fungsionalitas dan pemudahan pengguna untuk mengakses sistem. Kinerja perangkat lunak harus senantiasa dimonitor karena lingkungan senantiasa berubah, yang dapat mengubah kepuasan pengguna. Terakhir, melakukan pengendalian yang terikat dengan para personel. Jenis laporan yang dibutuhkan untuk mengevaluasi kinerja personel seperti:
1.      Laporan kinerja sepesialis entri data. Laporan ini meliputi beberapa laporan statistik seperti jumlah data yang dimasukkan per jamnya atau jumlah record data yang dimasukkan per jamnya.
2.      Laporan yang mengevaluasi efisiensi para operator sistem. Laporan ini meliputi beberapa laporan statistik yang terkait dengan beberapa faktor seperti lama waktu yang diperlukan untuk memproses sebuah pita data atau efektivitas mengoperasikan pekerjaan yang telah dijadwalkan dengan tepat waktu.
3.      Laporan-laporan yang terkait dengan mengefisiensi personel yang memperbaiki perangkat keras. Laporan tersebut meliputi beberapa laporan statistik tentang  jumlah pekerjaan perbaikan dan rata-rata lama waktu yang dibutuhkan, yang terurai dalam beberapa kategori perbaikan.
1.      Auditing Sistem Informasi
Fokus petugas audit haruslah pada sistem informasi itu sendiri dan validitas serta akurasi data yang diproses dalam sistem.  Minat akuntan dalam proses audit sistem cenderung berfokus pada pengendalian internal.  Pendekatan umum nya adalah pertama-tama berusahalah mendapatkan deskripsi rinci sistem pengendalian internal, biasanya dengan menggunakan kuesioner pengendalian internal.  Kemudian auditor akan melakukan pengujian kelayakan.
2.      Memelihara dan Memodifikasi Sistem
Salah satu alasan melakukan perubahan adalah tidak mungkin untuk dapat memperkirakan semua kontingensi selama tahap desain.  Kondisi lingkungan dan informasi pun membutuhkan perubahan.  Akhirnya, hampir semua program komputer mengandung beberapa bugs.  Bugs adalah kesalahan program komputer yang mungkin tidak terdeteksi sampai dengan sistem tersebut betul-betul mulai beroperasi.  Perangkat lunak ini, setelah dimodifikasi, harus dikaji ulang secara cermat dan kemudian dipasang oleh seseorang yang independen. Seluruh modifikasi sistem tersebut harus secara cermat pula didokumentasikan.  Dokumentasi ini harus meliputi alasan dilakukannya perubahan, perubahan yang dilakukan, dan orang yang menyetujui perubahan.  Hal ini berarti dokumentasi manual pengguna dan pemrograman sistem harus pula diperbarui.












BAB III
PENUTUP

1.      Kesimpulan
Hal penting untuk sukses implementasi sistem adalah kebutuhan untuk menetapkan sebuah rencana implementasi sistem.  Rencana ini harus meliputi jadwal waktu yang terperinci dan anggaran yang menunjukkan keseluruhan aktivitas kunci dalam rencana implementasi.  Rencana implementasi harus dimonitor secara berkelanjutan, dan setiap perbedaan yang muncul dan berkaitan dengan jadwal waktu atau anggaran harus segera dilaporkan.
Banyak aktivitas implementasi yang diperlukan, meliputi pelatihan personel, persiapan fisik, desain rinci sistem, pengujian program, standar pemrograman, dokumentansi, konversi file.  Selanjutnya, sistem yang diimplementasikan harus dievaluasi demi tujuan pengendalian berkelanjutan.
Konsep-konsep kunci dalam manajemen proyek sistem meliputi penetapan sebuah tim proyek, membagi tanggung jawab dan tugas, membagi proyek kedalam tahap-tahapan, menentukan jadwal waktu, dan melakukan proses akuntansi terhadap biaya proyek dan kesesuaian dengan waktu jadwal yang telah ditentukan sebelumnya.  Kemudian secara bersama-sama langkah-langkah tersebut berjalan untuk memastikan bahwa keseluruhan upaya pengembangan menghasilkan sistem yang efektif biaya dan memenuhi kebutuhan organisasi. 
Sejumlah faktor terkait dengan informasi merupakan faktor-faktor penting bagi manajemen dilihat dari sisi pengendalian, namun faktor-faktor tersebut tidak diukur dalam satuan moneter.  Faktor-faktor tersebut meliputi pengukuran kinerja perangkat keras, perangkat lunak, dan personel.  Untuk hal itulah prosedur-prosedur formal harus dikembangkan untuk memelihara dan memodifikasi sistem yang telah ada saat ini.




DAFTAR PUSTAKA
Bodnar.H George, dkk.2004.Sistem Informasi Akuntansi II.New Jersey: Pearson
              Education.Inc.